Oleh: lailinovia | Maret 29, 2009

perelatan pertanian sawah

ALAT ALAT PERTANIAN

Walaupun alat-alat pertanian sekarang ini sudah maju dan menggunakan mesin, tetapi tidak semua masyarakat Kalimantan selatan menggunakannya. Pertanian Kal-Sel saat ini masih dalam teknik sederhana sehingga alat-alat pertaniannya masih sangat tradisional. Di Kalimantan Selatan terdapat beberapa macam lahan pertanian, yaitu sawah tadah hujan, sawah irigasi, sawah pasang surut, dan sawah lebak

Alat-alat pertanian yang digunakan yang masih tradisional

a. Dalam pengolahan lahan

1. Parang Panjang

Bahannya terdiri dari daun parang terbuat dari besi atau baja, hulunya terbuat dari kayu terdapat sulut atau tempat merekatkandan memperkuat kayu dengan daun parang yang terbuat dari kuningan , bisa juga kawat tembaga. Parang panjang digunakan oleh laki-laki tapi perempuan bisa juga menggunakannya.

Fungsinya untuk mencincang rumput-rumput yang tinggi yang kemudian rumput tersebut dibuat puntalan dan diampar atau disebarkan secara merata sampai membusuk.

2. Tajak Bulan

Bahannya terdiri daun tajak yang terbuat dari besi, tangkai terbuat dari besi hulu terbuat dari akar bambu atau kayu, salut terbuat dari kuningan, alat perekat antara hulu dan tangkai digunakan gala-gala yang terbuat kayu. Tajak bulan bentuknya seperti bulan karena daun tajak bentuknya seperti bulan sabit, tangkanya panjang biasanya tingginya selutut orang dewasa.

Cara penggunaannya dalam keadaan berdiri tangan kiri memegang hulu tajak, tangan memegang tangkai bagian bawahnya kemudian mengangkat kesamping kanan setinggi bahu dan mengayunkannya kedepan sebelah kiri sehingga mengenai rumput yang dituju, seperti orang memegang stik glop. Fungsinya untuk menebas rumput sampai keakarnya.

3. Tajak dayung

Bahannya terdiri dari daun tajak yang terbuat dari besi baja, tangkainya terbuat dari besi dan hulunya terbuat dari kayu atau akar bambu. Salutnya terbuat dari kuningan , gala-gala untuk merekatkan tangkai dengan hulu. Cara memakainya sama dengan tajak bulan. Sering digunakan oleh laki-laki

Kegunaannya untuk menebas rumput di sawah berair.

5. Parang Kait

Bahannya terdiri dari daun parang yang terbuat dari besi, dan hulunya terbuat dari kayu yang ringan tapi bias juga dari akar bambu,.

Bentuk parang ini panjang dan lebih pendek dari parang panjang tetapi ujungnya agak sedikit membengkok sedikit.

Kegunaannya sama dengan parang yang lainnya yaitu untuk menebas rumput di lahan pertanian selain itu juga untuk menebang pohon-pohon kecil yang tumbuh di lahan pertanian yang akan digarap.

4. cangkul

Bahannya terdiri besi baja daun cangkul bentunya segiempat dan lebih kecil daripada tajak, tangkainya terbuat dari kayu.

Fungsinya untuk membersihkan rumput dan untuk menggemburkan tanah untuk menaburkan benh. Dipergunakan oleh laki-laki

5. Colok (obor)

Bahannya terdiri dari bambu ssebesar pergelangan tangan anak-anak. Yang diisi dengan kain yang dicampur dengan minyak tanah.

Keguaannya untuk membakar rumput-rumput yang yang tumbuh pada bagian lahan yang akan diolah, penggunaan yang melalui pembakaran ini hanya digunakan pada sisitem pertanian di sawah lebak.

6. Sisi atau garu

Gigi sisir terbuat dari katu ulin ganging sisir terbuat dari kayu ulun yang panjang, badan sisir terbuat dari kayu.

Kegunaan untuk mengumpulkan rumput-rumput yang sudah ditebas dibuat puntalan. Alat ini hanya digunkan pada pada lahan yang berair.

b. Penanaman dan Pemungutan Hasil

1. Asak dan Tugal atau tatujah atau tatajuk.

Bahannya terbuat dari kayu galam, ulin, ukurannya sebasar pergelangan tangan anak-anak. Ujungnya diruncingkan.

Kegunaanya untuk membuat lubang di tanah dan kemudian didalam lubang tersebut diletakkan tanah.

2. Bakul atau Tangkitan

Bahann terdiri dari purun, tetapi ada juga yang terbuat dari bambu, bamban dan purun.

Bentuknya berbentuk seperti tabung yang sisi kiri dan kanannya diletakkan pegangan. Kegunaannya untuk sebagai wadah meletakkan bibit – bibit padi yang akan dimasukkan kedalam lubang yang telah dilubangi oleh alat asak tadi.

Umumnya dipakai oleh kaum perempuan .

3. parang penyungkal

Bahan terdiri dari daun parang terbuat dari besi atau baja, hulunya terbuat dari akar bambu atau kayu.

Bentuknya lurus dan lebih kecil dari parang panjang. Kegunaannya untuk menyungkal (mengambil) anak padi yang sudah besar.

Cara penggunaanya tangan kiri memegang anak padi yang sudah besar tangan kanan memegang hulu parang dan menusukkan ujungnya kedalam tanah tepat pada akarnya padi tadi, secara berputar sehingga padi tadi dapat dicabut dari tanah.

4. Tajak Peremputan

Bahannya terdiri sama dengan tajak bulan, tetapi bentuknya lebih kecil dan daunnya besinya berbentuk seperti hurup tanda tanya. Lebih sering digunakan oleh wanita.

Kegunaannya ialah untuk memotong rumput yang berada diantara pohon padi .

5. Kandutan/ tangkitan/bakul berbingkai

Bahanya terbuat dari paring tali / rotan ahas atau bamban, bingkainya terbuat dari rotan, dan talinya terbuat dari timbaran.

Kegunaannya untuk menampung padi ketika menuai padi, sering dipakai oleh kaum perempuan,.

Cara menggunakannya yaitu dengan melilitkan pada dahi dan tali yang lainnya pada pinggang.

6. Lanjung tinggi dan Lanjung randah

Bahannya terbuat dari bamban untuk badannya atau dari paring tali (bambu), kakinya terbuat dari kayu papan yang bentuknya menyilang memotong penampang dasar. Tali terbuat dari timbaran. Cara menggunakan dengan meletakkan dibelakang dan meletakkan tali timbaran pada dahi dan juga meletakkannya di masing-masing punggung.

Kegunaannya untuk menampung atau mengumpulkan padi sewaktu panen, biasanya lanjung randah digunakan oleh kaum perempuan sedangkan kaum laki-laki lanjung tinggi.

7. kampil atau Balangsai

Bahannya terbuat dari ayaman purun, bentuknya seperti karunng goni, tetapi terbuat dari ayaman purun keseluruhannya. Tetapi sekarang ini sudah mulai menggunakan karung. Kegunaanya untuk menampung padi yang masih bertangkai sebelum diolah menjadi gabah. Cara memakainya, kampil dibuka dan diisi dengan padi bertangkai tadi kemudian setelah penuh ditutup dengan tali atau rotan, biasanya digunakan oleh kaum laki-laki.

8. tikar purun

Terbuat dari puru. Ada juga terbuat dari bamban, kegunaannya sebagai tempat menjemur atau bisa juga digunakan untuk mengirik banih atau melepaskan gabah dari tangkainya dengan cara di injak-injak.

9. Ani-ani atau Ranggaman

Bahanya terbuat dari papan tipis dan ringan tangkainya dari bamboo kecil disisi lainnya diletakkan silet atau pisau.

Cara memakainya ranggaman diletakkan disela jari, jari telunjuk dan jari tengah memegang atau menarik padi yang akan dipanen.

Biasanya digunakan oleh perempuan tetapi banyak juga digunakan oleh laki-laki.

10. Gumpitan

Bahanya terbuat dari bambu seukuran ibu jari, yang pada bagian sisi yang lain di tajamkan.

Cara penggunaaannya ibu jari atau jempol dimasukkan kedalam lubang bamboo tadi dan tangan telunjuk mematahkan tangakai padi sekaligus memeotog tangkainya dengan jempol yang ada gumpitannya tadi.

Kegunaanya sama dengan ani-ani tetapi kalau gumpitan lebih sering digunakan pada tangkai padi yang telah layu atau sudah masak.

c. Pengolahan Hasil

1. Cupikan

Bahannya terbuat dari bamban mempunyai bingkai yang terbuat dari ilatung. Bentuknya seperti tabung.

Keguaannya sangat banyak sekali yaitu untuk mengangkut padi waktu ingin dijemur, mengangkut padi sebelum diirik dan menadah waktu digumbaan dan mengangkut gabah waktu akan dimasukkan kedalam kindai.

Biasanya yang menggunakan adalah kaum laki-laki.

2. Gumbaan

Bahanya terbuat dari kayu secara menyeluhan kecuali kipas pemutar padi,

Terdiri dari corong, badan, kliep pengatur, saluran gabah berat dan gabah bersih, tangkai untuk memutar.

Kegunaanya yaitu untuk memisahkan gabah yang kotor dengan gabah yang bersih dan juga menghilangkan sekam.

Cara menggunkannya gabah yang akan dibersihkan dimasukkan kedalam gumbaan melalui corong, kemudian kliep pengatur dibuka perlahan sesuai dengan putarannya. Kemudian keluar gabah yang pecah-pecah pada bagian saluran yang satunya dan bagian yang lainya keluar gabah yang kotor.

Biasanya digunakan oleh kaum laki-laki.

3. Gantang

Bahanya terbuat dari tempurung kelapa atau dari kayu, bentunya setengah lingkaran kegunaanya untuk mengukur banyak padi yang diperoleh yang akan dimasukkan kedalam kinday.

4. Kinday

Bahannya bermacam-macam bisa juga mennggunakan papan dan bias juga menggunakan atau bamboo yang dibelah pengalin terbuat dari tali ijuk tetapi hanya digunkan pada bamboo sedangkan kayu hanya menggunakan kayu.

Keguaannya untuk menyimpan gabah yang sudah kering, biasanya diletakkan pada sudut rumah.

sumber bacaan :

1.judul urang banjar dan kebudayaannya

penulis : M. surianansyah Iddeham, BA dkk

penerbit : pustaka Banua tahun2007

tempat Kalsel

2. judul : peralatan Produksi Tradisional dan perkembangannya daerah Kalimantan selatan.

penulis : dr. H.ramli Nawawi.dd

penerbit Dapertemen pendidikan dan kebudayaan 1990 tempat kalsel


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.